Contoh Makalah Sistem Peminjaman

1 komentar

BAB I
PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang

Sistem peminjaman tidak lepas dari sistem pelayanan perpustakaan. Peminjaman adalah salah satu dari berbagai kegiatan pelayanan yang diberikan perpustakaan kepada pembacanya. Ada layanan informasi, layanan peningkatan minat baca, ada pula layanan tujukan, penelurusan literatur, dan layanan meminjamkan bahan perpustakaan.
Akan tetapi sampai saat ini menurut kenyataan yang ada, sistem peminjaman perpustakaan masih kurang dipahami dan dimengerti oleh banyah orang. Padahal sistem peminjaman di perpustakaan adalah sangat penting, sebab bertujuan  agar bahan yang dipinjamkan tidak hilang, selalu tau d mana buku yang dipinjamkan berada dan dipergunakan oleh siapa. Sistem peminjaman haru disusun secara sistematis. Oleh karena itu dengan dibuatnya makalah ini oleh penulis, diharapkan para pembaca bisa lebih memahami dan mengerti betapa pentingnya mengenai sistem peminjaman di perpustakaan.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa saja sistem pelayanan perpustakaan?
2.      Apa macam-macam sistem peminjaman?


C.    Tujuan

Tujuan Khusus
1.      Untuk mengetahui sistem pelayanan perpustakaan
2.      Agar mengetahui macam-macam sistem peminjaman

Tujuan Umum
1.      Menambah wawasan dan pengetahuan
2.      Melatih menulis dengan cara yang baik dan benar
3.      Melatih membuat makalah yang sistematis dan benar












BAB II
PEMBAHASAN


A.    Sistem Pelayanan Perpustakaan
Sehubungan dengan sistem peminjaman perpustakaan, kita perlu mengetahui tentang sistem pelayanan perpustakaan. Ada dua sistem pelayanan perpustakaan, yaitu sistem layanan terbuka dan sistem layanan tertutup. Dua sistem ini ada hubungannya dengan cara bagaimana perpustakaan memberikan kesempatan kepada pembacanya untuk mendekati buku dan dalam meminta informasi.

1.      Sistem Pelayanan Tertutup
Pada koleksi ini buku tertutup bagi pembaca, dalam arti mereka tidak boleh langsung mengambil buku di rak perpustakaan. Perpustakaan akan mengambilkan buku untuk mereka. Pembaca mengisi sebuah formulir untuk menuliskn judul buku, pengarang, dan nomor panggil buku yang akan dipinjam.
Perpustakaan yang memilih sistem layanan tertutup, pustakawan juga bertugas penyusuna buku di rak, hanya saja pada sistem pelayanan ini yang mengambil dan mengembalikan buku adalah pustakawan. Maka dari itu pustakawan dituntut memahami koleksi dan perpustakaan harus mempunyai pustakawan yang cukup agar para pemakai tidak menunggu terlalu lama untuk memperoleh pustaka yang diinginkan.
Terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh dengan sistem pelayanan tertutup, antara lain adalah buku tetap tersusun rapi di rak, karena tidak banyak tangan yang menjamahnya, tidak banyak buku yang hilang sebab hanya petugas yang boleh menuju rak. Namun ada juga kelemahannya, antara lain yaitu pemakai menuggu terlalu lama bahan pustaka yang diinginkan, karena jumlah pustakawan terlalu sedikit dalam melayani pemakai.


2.      Sistem Pelayanan Terbuka
Sistem pelayanan terbuka diibaratkan sistem prasmanan dari sebuah pesta makan. Pembaca dipersilahkan masuk ke ruang koleksi perpustakaan dan memilih bahan pustaka yang mereka minati. Dengan sistem ini pembaca memperoleh kesempatan untuk sekedar membaca-baca di rak dan bisa mengetahui berbagai altenatif yang bisa diambil dalam mendukung penelitiannya.
Perpustakaan yang memilih sistem pelayanan ini sebagai konsekuensinya para pustakawan harus menjaga agar susunan koleksi tetap sistematis, yaitu dengan cara tidak memperkenankan pengguna perpustakaan memasukkan sendiri koleksi yang telah dibacanya ke dalam rak. Keadaan tersebut memerlukan tenaga penyusun koleksi pustaka yang secara konsisten memasukkan kembali koleksi yang telah dibaca pengguna ke rak penyimpanan sebelum jam tutup perpustakaan. Dengan demikian hari berikutnya pengguna dapat langsung menggunakan kembali koleksi pustaka tersebut karena teah tersusun kembali seperti semula.


Untuk dapat melaksanakan dengan baik pada kedua sistem pelayanan ini, diperlukan beberapa persyaratan, antara lain:
1.      Koleksi harus disusun secara sistematis
a.       Koleksi buku/brosur dan leaflet disusun menurut urutan nomor panggilannya
b.      Koleksi majalah menurut bidang subjek luas, yang di dalamnya disusun menurut abjad judul majalah
c.       Koleksi rujukan menurut jenis publikasinya, yang berbentuk buku disusun menurut nomor panggil dan yang berupa majalah disusun menurut abjad judul, namun disimpan di dalam ruang koleksi rujukan. Ruang koleksi rujukan harus dekat dengan ruang baca perpustakaan, agar pengguna dapat menggunakan bahan rujukan sewaktu ia memerlukan.

2.      Alat temu kembali koleksi pustaka harus lengkap
a.       Katalog buku/brosur/leaflet. Katalog harus lengkap artinya baik katalog kartu ataupun katalog elektronik, harus dapat ditelusur dari berbagai titik telusur, yaitu dari nama pengarang, judul, lembaga penerbit maupun subjek.
b.      Katalog majalah, katalog ini penting untuk menunjukkan judul-judul majalah yang dimilki perpustakaan. Selain informasi mengenal judul juga diperlukan juga data tentang volume, nomor, dan tahun penerbitnya agar pengguna dapat memastikan apaka ia akan menggunakan koleksi majalah perpustakaan tersebut atau harus mencari di perpustakaan lain yang memiliki volume/nomor tertentu.
c.       Indeks artikel majalah dan monograf analitik. Indeks tersebut biasanya memuat judul-judul artikel yang dikuti dari majalah dan buku/monograf semacam prosiding, risalah dan lain-lain yang isinya terdiri atas artikel/karya tulis. Indeks majalah/monograf analitik ada juga yang dilengkapi dengan abstrak, anotasi atau ringkasan karya tukis.
d.      Bibliogarfi, fungsinya seperti katalog atau indeks, ada bibliogarfi yang disusun menurut suatu cakupan subjek tertentu, ada pula yang memuat subjek terbitan suatu negara. Bibliografi yang memuat judul-judul terbitan suatu negara biasanya diterbitkan oleh perpustakaan nasional, contohnya Bibliografi Nasional, sedangkan suatu bibliografi yang disusun menurut cakupan subjek disebut bibliografi khusus, contohnya bibliografi Caba Keriting, Bibliografi Ayam Hutan, dll.


B.     Sistem-Sistem Peminjaman Perpustakaan
1.      Sistem Peminjaman Kuno
Yang dimaksud sistem peminjaman kuno ialah cara peminjaman yang dipergunakan sebelum adanya sistem baru yang lebiah baik. Pada mulanya buku diciptakan sebagi alat untuk melestarikan inforamasi kemudian mulailah buku dipinjamkan. Pencatatn peminjaman buku yang paling awal yang dilakukan oleh perpustakaan umum ialah dengan cara mencatat nama pegarang, udul buku, dan nama peminjaman pada buku pencatatan peminjaman. Pencatatan buku-buku yang dipinjam dan nama peminjam ditulis dari hari ke hari dalam sebuah buku catatan.
Sistem ini dikembangkan menjadi sistem ledger. Ini masih juga mempergunakan buku catatan, tetapi buku catatan tersebut diberi nomor halaman. Setiap nomor halaman diperuntukkan satu peminjam. Di sanalah buku-buku yang dipinjamkan ditulis. Ini agak memberikan kemudahan, terutama pada waktu pengembalian buku. Waupun demikian, sistem ini masih kurang efektif, namun masih dipakai sampai tahun 1860.
Perkembangan selanjutnya ialah sistem dummy. Buku-buku yang dipinjam digantikan oleh dummy yang memberikan catatan nomor peminjam dan bilamana buku harus dikembalikan. Sistem ini dianggap kurang praktis, dan digantikan sistem slip. Setiap buku yang akan dipinjam, dituliskan dulu nomor buku, nama pengarang, judul buku, nama peminjam, alamat dan nomor anggota peminjam, dan batas tanggal kembali. Slip ini kemudian dikembangkan menjadi kartu buku yang dimasukkan ke dalam kantong buku. Setiap kali ada peminjaman tinggal menuliskan nama peminjam dan tanggal kembalinya.

2.      Sistem Peminjaman Brownw (Browne Charging System)
Sistem Peminjaman Browne ditemukan oleh Nina E. Browne, pustakawan Library Bureau di Boston, Massachussette, awal abad ke-20. Sistem peminjaman ini digunakan oleh banyak perpustakaan di Inggris. Dalam sistem pelayanan hastawi (manual) sistem ini memiliki kecepatan yang tinggi dibandingkan sistem hastawi yang lain.
Sistem Peminjaman Browne terdesak oleh datangnya sistem peminjaman berkomputer, seperti VTLS (Virginia Tech Library System) dari USA, SISPUKOM (Sistem Perpustakaan Berkomputer) dari Malaysia.
Alat-alat yang dipergunakan pada sistem ini:
a.       Label tanggal kembali, ditempelkan pada tiap-tiap buku
b.       Kantong buku, untuk menempatkan kartu buku, ditempelkan pada bagian belakang buku
c.       Kartu buku, dimasukkan dalam kantong buku
d.      Tiket untuk peminjaman
e.       Kotak tempat menyimpan tiket peminjaman
f.       Petunjuk hari
g.      Formulir keanggotaan

Proses / cara peminjaman mereka yang akan menjadi anggota perpustakaan harus mengisi formulir keanggotaan. Formulir ini mencatat nama pembaca dan alamat rumah, sehingga kalau pembaca lalai mengembalikan buku bias ditegur. Yang perlu diperhatikan dalam proses ini ialah apakah kartu buku tersebut benar dari buku yang dipinjam, dan tidak lupa membubuhkan stempelbatas tanggal kembali pada buku.



Keuntungan dari system browne ialah sebagai berikut :
1.      Sederhana,
2.      Ekonomis,
3.      Dapat melokasi buku apa saja yang dipinjam setiap saat,
4.      Dapat melokasi dan menirim surat peringatan kepada peminjam yang melewati batas waktu pinjam,
5.      Memudahkan pemesanan buku oleh peminjam yang lain.
6.      Jumlah buku yang dipinjam oleh masing-masing pembaca mudah dikontrol,
7.      Tak ada penundaan pengembalian buku ke rak begitu setelah buku dikembalikan oleh peminjam,
8.      Pemilikan tiket oleh pembaca membuktikan bahwa pembaca sudah tidak memiliki peminjaman lagi.

Kerugian system peminjaman browne adalah sebagia berikut :
a.       Sebagai peminjaman manual cukup memakan waktu jika dibandingkan system peminjaman berkomputer,
b.      Mudah terjadi kesalahan dalam peminjaman dan pengembalian, terutama kalau petugas perpustakaan tidak tertib dan tidak teliti.





3.      Sistem Peminjaman Newark (Newark Charging System)
Sistem Peminjaman Newark mulai dipakai pada tahun 1900 oleh Perpustakaan Umum Newark New Jersey, semasa dipimpin oleh John Cotton Dana. Sistem Peminjaman Newark memiliki beberapa keuntungan dan kekurangan.
Keuntungan sistem ini adalah:
a. Masing-masing peminjam bisa mengetahi buku macam apa yang sering dipinjamnya,
b. Setiap saat bisa diketahui buku ada di mana, siapa yang meminjam, dan bilamana harus dikembalikan,
c. Jika ada perbedaan waktu peminjaman, bisa dicatat dengan mudah,
d. Buku-buku yang dipesan bisa diketahui di mana adanya,
e. Petugas nonprofesional bisa mengerjakan pekerjaan ini dengan baik,
f. Dalam sebuah perpustakaan besar dengan banyak cabangnya, kartu peminjaman bisa, dipergunakan di cabang mana saja, dan
g. Penyiangan bisa dikerjakan dengan baik.

Sedang kekurangan Sistem Peminjaman Newark adalah:
1.    Pekerjaan rutin lambat, memakan banyak waktu dan membosankan,
2.    Sangat mudah terjadi kesalahan dalam mencatat nomor panggil buku ke dalam kartu anggota,
3.    Pada jam-jam sibuk, meja peminjaman bisa berantakan, karena begitu banyak transaksi yang harus diselesaikan,
4.    Memerlukan dua jajaran pendaftaran. Satu, jajaran nama anggota perpustakaan yang disusun menurut abjad, lengkap dengan alamat mereka masing-masing. Kedua, jajaran nomor pendaftaran,
5.    Tiap buku memerlukan tiga kartu yang menuntut waktu dalam mengerjakannya, yaitu kartu buku, kantong kartu buku, dan batas waktu peminjaman, dan
6.    Lembaran batas waktu tanggal kembali ditempelkan di bagian belakang buku yang membuat buku menjadi kelihatan kotor.

Pada awalnya pemakain system peminjaman Newark sangat memakan waktu. Kemudian diadakan berbagai perbaikan dan modifikasi seperti system peminjaman Detroit.


4.      Sistem Peminjaman Sendiri Detroit (Newark Charging System)
Sistem Peminjaman Sendiri Detroit ditemukan tahun 1929 oleh Ralph A. Ulveling, Pustakawan Perpustakaan Umum Detroit, Amerika Serikat. Sistem peminjaman ini menjadi sangat terkenal pada zamannya, sebagai sebuah sistem peminjaman yang bagus, efektif, dan disukai oleh peminjam perpustakaan sendiri. Cara peminjaman ini berdasarkan kepada kerja sama yang baik antara pembaca dan petugas perpustakaan. Sistem ini hampir sama dengan sistem Peminjaman Browne.
Berbagai jenis alat diperlukan untuk penyelenggaraan Sistem Peminjaman Sendiri Detroit. Alat-alat itu adalah jajaran pendaftaran anggota, kartu jati diri peminjam, kartu buku, kartu tanggal kembali, kantong kartu buku, stempel dan bantalannya, kotak tempat menjajarkan kartu buku, slip denda, kertas statistik sirkulasi, kartu pos pemberitahuan, dan pensil.
Sistem Peminjaman Sendiri Detroit mengenal beberapa proses, yaitu peminjaman, pengembalian buku, perpanjangan waktu peminjaman, lewat waktu peminjaman, pemesan peminjaman buku, dan statistik sirkulasi. Sistem inipun mempunyai keuntungan dan kekurangannya. Melalui berbagai kemajuan teknologi diperoleh berbagai sistem peminjaman yang bisa disebut sebagai sistem yang modern. Misalnya sistem peminjaman dengan kartu berlubang, sistem peminjaman dengan fotografi, sistem peminjaman dengan alat elektronik, dan sistem peminjaman dengan komputer.
Keuntungan system peminjaman sendiri Detroit ialah sebagai berikut :
a.    Waktu bisa dihemat sebanyak-banyaknya baik bagi petugas maupun peminjam,
b.    Karena pengisian nomor keanggotaan pada kartu buku dikerjakan oleh pembaca sendiri adan dicocokan oleh petugas peminjaman,
c.    Kartu identifikasi peminjam tidak diperlukan lagi pada waktu pengembalian buku,
d.   Buku tampak lebih necis dan rapi dibandingkan system Newark, sebab slip batas waktu peminjaman diganti dengan bentuk lain yang lebih rapi,
e.    Perdebatan antara petugas bahwa buku telah dipinjam atau tidak bias dihindari,
f.     Masa peminjaman yang berada dari setiap buku jelas bias dilihat dari jenis kartu batas tanggal kembal yang berwarna-warni,
g.    Setiap saat bias diketahui buku berada di mana,
h.    Semua salinan dari buku yang dipesan bias dicari tempatnya setiap saat,
i.      Catatan yang terdapat pada kartu buku memberikan informasi bahwa buku tersebut sering dipinjam,
j.      Peminjam bias mempergunakan kartu peminjamnya pada perpustakaan cabang yang lain.

Sedangkan kekurangan system peminjaman sendiri Detroit adalah sebagai berikut :
a.       Mencari buku untuk pemesan memerlukan waktu lama,
b.      Peminjam ikut dalam proses peminjaman,
c.       Kesalahan bias saja dibuat oleh peminjam dalam menuliskan nomor            keanggotaannya pada kartu buku,
d.      Beberapa pekerjaan rutin system ini banyak memakan waktu,
e.       Memerlukan dua jajaran pendaftaran,
f.       Pada jam-jam sibuk meja peminjaman menjadi tak teratur karena banyak buku belum diambil slipnya,
g.      Kartu buku, kantong kartu buku, dan kartu yang menunjukkan tanggal kembali sangat dperlukan untuk disiapkan.

Sistem Peminjaman Islington merupakan variasi dan penyempurnaan Sistem Peminjaman Browne. Sistem Browne hanya terbatas pada tiket yang diberikan, sementara pada sistem Islington dapat dibuatkan duplikasi tiket, sehingga bisa meminjam buku sebanyak-banyaknya. Sistem peminjaman dengan komputer sebenarnya sudah agak lama dipergunakan di perpustakaan. Makin hari sistem peminjaman jenis ini semakin bertambah bagus dan hebat.
Sistem peminjaman modern yang cukup dikenal adalah Sistem Peminjaman Plessey Pen. Sistem ini mengenal sejumlah proses, seperti mendaftar peminjaman, cara pengembalian, perpanjangan peminjaman, lewat batas waktu pinjam, dan pesan peminjaman.












BAB III
PENUTUP



A.    Kesimpulan
1.      Sistem pelayanan perpustakaan ada dua macam yaitu sistem pelayanan tertutup dan sistem pelayanan terbuka
2.      Pada pelayanan sistem tertutup pengunjung tidak diperkenankan masuk rak-rak buku untuk membaca ataupun mengambil sendiri koleksi perpustakaan. Sedangkan sistem terbuka membebaskan pengunjung ke tempat koleksi perpustakaan dijajarkan.
3.      Untuk dapat melaksanakan dengan baik pada sistem pelayanan terbuka dan tertutup diperlukan beberapa persyaratan yaitu oleksi harus disusun secara sistematis dan Alat temu kembali koleksi pustaka harus lengkap.
4.      Sitem peminjaman ada beberapa macam, yaitu : sistem peminjaman kuno, sistem peminjaman browne, sistem peminjaman newark, dan sistem peminjaman sendiri Detroit.
5.      Serta mengetahui semua kekurangan dan kelebihan dari masing-masing sistem peminjaman.






B.     Saran
Dengan mengetahui berbagai jenis pelayanan dan sistem peminjaman di perpustakaan yang ada diharapakan para pembaca dapat lebih mengerti dan memahami sistem pelayanan perpustakaan dan sistem peminjaman perpustakaan. Kita bisa memilah-milah sistem pelayanan dan peminjaman yang paling baik dan yang kemudian dapat kita terapkan atau menjadi pedoman kita.
Penulis mengharapkan setelah membaca makalah ini pembaca benar-benar paham dan kemudian dapat menjadi sebuah ilmu yang menambah wawasan kita tentang sistem pelayanan dan sistem peminjaman perpustakaan yang nantinya akan sangat berguna bagi kemajuan perpustakaan di Indonesia.



Read more >>

Contoh Makalah Lengkap Dengan Judul Penanggulangan Narkoba Dalam Islam

1 komentar
A.PENDAHULUAN

Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan yang mengandung zat adiktif/berbahaya dan terlarang) belakangan ini amat populer di kalangan remaja dan generasi muda bangsa Indonesia, sebab penyalahgunaan narkoba ini telah merebak ke semua lingkungan, bukan hanya di kalangan anak-anak nakal dan preman tetapi telah memasuki lingkungan kampus dan lingkungan terhormat lainnya. Narkoba saat ini banyak kita jumpai di kalangan remaja dan generasi muda dalam bentuk kapsul, tablet dan tepung seperti ekstasy, pil koplo dan shabu-shabu, bahkan dalam bentuk yang amat sederhana seperti daun ganja yang dijual dalam amplop-amplop.

Saat ini para orang tua, mulai dari ulama, guru/dosen, pejabat, penegak hukum dan bahkan semua kalangan telah resah terhadap narkoba ini, sebab generasi muda masa depan bangsa telah banyak terlibat di dalamnya.

Akibat leluasannya penjualan narkoba ini, secara umum mengakibatkan timbulnya gangguan mental organik dan pergaulan bebas yang pada gilirannya merusak masa depan bangsa.

B. BAHAYA NARKOBA

Narkoba sebagaimana disebutkan di atas menimbulkan dampak negatif baik bagi pribadi, keluarga, masyarakat maupun bagi bangsa dan negara. Dampak negatif tersebut adalah sebagai berikut :

1.Bahaya yang bersifat pribadi

a.Narkoba akan merobah kepribadian si korban secara drastis, seperti berubah menjadi pemurung, pemarah, melawan dan durhaka.

b.Menimbulkan sifat masa bodoh sekalipun terhadap dirinya seperti tidak lagi memperhatikan pakaian, tempat tidur dan sebagainya, hilangnya ingatan, dada nyeri dan dikejar rasa takut.

c.Semangat belajar menurun dan suatu ketika bisa saja si korban bersifat seperti orang gila karena reaksi dari penggunaan narkoba.

d.Tidak lagi ragu untuk mangadakan hubungan seks karena pandangnya terhadap norma-norma masyarakat, adat kebudayaan, serta nilai-nilai agama sangat longgar. Dorongan seksnya menjadi brutal, maka terjadilah kasus-kasus perkosaan.

e.Tidak segan-segan menyiksa diri karena ingin menghilangkan rasa nyeri atau menghilangkan sifat ketergantungan terhadap obat bius, ingin mati bunuh diri.

f.Menjadi pemalas bahkan hidup santai.

g.Bagi anak-anak sekolah, prestasi belajarnya akan menurun karena banyak berkhayal dan berangan-angan sehingga merusak kesehatan dan mental.

h.Memicu timbulnya pemerkosaan dan seks bebas yang akhirnya terjebak dalam perzinahan dan selanjutnya mengalami penyakit HIV/ AIDS.


2.Bahaya yang bersifat keluarga

a.Tidak lagi segan untuk mencuri uang dan bahkan menjual barang-barang di rumah untuk mendapatkan uang secara cepat.

b.Tidak lagi menjaga sopan santun di rumah bahkan melawan kepada orang tua.

c.Kurang menghargai harta milik yang ada seperti mengendarai kendaraan tanpa perhitungan rusak atau menjadi hancur sama sekali.

d.Mencemarkan nama keluarga.


3.Bahaya yang bersifat sosial

a.Berbuat yang tidak senonoh ( mesum/cabul ) secara bebas, berakibat buruk dan mendapat hukuman masyarakat.

b.Mencuri milik orang lain demi memperoleh uang.

c.Menganggu ketertiban umum, seperti ngebut dijalanan dan lain-lain.

d.Menimbulkan bahaya bagi ketentraman dan keselamatan umum antara lain karena kurangnya rasa sosial manakala berbuat kesalahan.

e.Timbulnya keresahan masyarakat karena gangguan keamanan dan penyakit kelamin lain yang ditimbulkan oleh hubungan seks bebas.



4.Bahaya bagi bangsa dan Negara

a.Rusaknya pewaris bangsa yang seyogyanya siap untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa.
b.Hilangnya rasa patriotisme atau rasa cinta bangsa yang pada gilirannya mudah untuk di kuasai oleh bangsa asing.

c.Penyelundupan akan meningkat padahal penyelundupan dalam bentuk apapun adalah merugikan negara.

d.Pada akhirnya bangsa dan negara kehilangan identitas yang disebabkan karena perubahan nilai budaya.


C. PANDANGAN AGAMA TERHADAP NARKOBA

Dalam pandangan Agama narkoba adalah barang yang merusak akal pikiran, ingatan, hati, jiwa, mental dan kesehatan fisik seperti halnya khomar. Oleh karena itu maka Narkoba juga termasuk dalam kategori yang diharamkan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, Hadits Rasulullah SAW dan juga ajaran-ajaraan agama lainnya, antara lain sebagai berikut :

1.“Janganlah kamu jerumuskan dirimu kepada kecelakaan / kebiasaan (sebagai akibat tangan) tangan-tanganmu”. (Q.S. Al-Baqarah : 195).

2.“Dan Janganlah kamu membunuh dirimu (dengan mencapai sesuatu yang membahayakanmu). Karena sesungguhnya Allah Maha Kasih Sayang kepadamu”. (Q.S. An-Nisa’ : 29).

3.Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya ( meminum ) Khamar, ( berkorban ) untuk Berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan. (Q.S. Al-Maidah : 90).

4.“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran ( minuman ) Khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sholat, maka berhentilah kamu ( dari mengerjakan pekerjaan itu )”. (Q. S. Al-Maidah : 91).

5.“Mereka bertanya kepadamu tentang Khomar dan Judi, katakanlah pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya”. (Q.S. Al-Baqarah : 219).

6.“Melarang Rasulullah SAW daripada tiap-tiap barang yang memabukkan dan melemahkan akal dan badan”. (H.R. Ahmad).

7.“Tiap-tiap barang yang memabukkan adalah haram”. (H.R. Bukhari dan Muslim).

8.“Setiap benda yang memabukkan banyaknya maka sedikitnya haram”. (H.R. Ahmad, Abu Daud, Turmuzi, Nasa’I, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

9.Dalam ajaran Kristen disebutkan, “Saudara-Saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah” (2 Korintus 7 ayat 1).

10.Dalam ajaran Katolik disebutkan, “Tuhan tidak mengehndaki kematian, tetapi pertobatan hidup, kepada orang-orang yang sedang mengalami drama kecanduan dan menderita kemalangan”. Yeh. 18 : 23).

11.Dalam ajarn agama Buddha disebutkan, “Kami bertekad akan melatih diri, menghindari segala minuman keras, yang menyebabkan lemahnya kesadaran kami”. (Pancasila Buddhis, Sila Kelima).

12.Sebab yang disebut kematian, segala macam penyakit itu merupakan pengemudinya, yang menyebabkan hidup itu berkurang, jika sudah kurang usia hidup datanglah maut, karena itu jangan lupa supaya diusahakan berbuat baik yang akan mengantarkanmu ke asal mulamu” (Sloka Sarasamuccaya).


D. PENANGGULANGAN NARKOBA

Mengingat betapa dahsyatnya bahaya yang akan ditimbulkan oleh Narkoba dan betapa cepatnya tertular para generasi muda untuk mengkonsumsi Narkoba, maka diperlukan upaya-upaya konkrit untuk mengatasinya. Upaya-upaya tersebut antara lain adalah :

1.Meningkatkan iman dan taqwa melalui pendidikan agama dan keagamaan baik di sekolah maupun di masyarakat.

2.Meningkatkan peran keluarga melalui perwujudan keluarga sakinah, sebab peran keluarga sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitia menunjukkan bahwa anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang berantakan (broken home).

3.Penanaman nilai sejak dini bahwa Narkoba adalah haram sebagaimana haramnya Babi dan berbuat zina.

4.Meningkatkan peran orang tua dalam mencegah Narkoba, di Rumah oleh Ayah dan Ibu, di Sekolah oleh Guru/Dosen dan di masyarakat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat penegak hukum.


E. SIKAP PECANDU

Adapun sikap yang harus dilakukan oleh pecandu Narkoba sesuai dengan tuntunan ajaran agama adalah :

1.Bersabar sebab sikap sabar adalah merupakan sebuah kepasrahan diri terhadap Allah SWT atas qudrat dan irodatNya sehingga yang bersangkutan dapat menerimanya sebagai sebuah kenyataan.

2.Bertaubat kepada Allah SWT sehingga tidak mengulanginya lagi di kemudian hari.

3.Taqarrub Ilallah yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan banyak melaksanakan ibadah baik ibadah mahdhah maupun ibadah ghairu mahdhah.

4.Berdo’a kepada Allah SWT sehingga mendapat petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT.


F. SIKAP KITA TERHADAP PECANDU

Adapun sikap yang harus kita lakukan terhadap pecandu Narkoba sesuai dengan tuntunan ajaran agama adalah :

1.Membimbing yang bersangkutan ke Jalan Yang Benar sehingga si pecandu tetap percaya diri, yakin taubatnya diterima Allah SWT dan tetap beramal sholeh sampai dengan akhir hayat.

2.Memperlakukan yang bersangkutan scara manusiawi dan tidak mengkucilkannya dari pergaulan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat maupun jama’ah ibadah.

3.Meringankan penderitaan bathin yang bersangkutan sehingga senantiasa bersabar dan berusaha untuk dapat menghindarinya
 
Source : http://makalah-di.blogspot.com/
Read more >>

Format Bagian-Bagian Dan Kerangka Makalah Lengkap

1 komentar
Secara struktural makalah umum biasanya tersusun atas beberapa poin yaitu:

  •  Kata Pengantar.
Berisi kata-kata penulis misalnya harapan penulis, ucapan terima kasih, dan lainnya.
  •  Daftar Isi.
Berisi daftar-daftar dari isi makalah.
  •   Pendahuluan.
Berisi latar belakang pembuatan makalah, tujuan dan manfaat yang diinginkan.
  •  Landasan Teori.
Berisi kutipan teori-teori yang mendasari makalah, biasa langsung dikutip dari buku dan diktat.
  •  Pembahasan.
Berisi pembahasan mengenai makalah apa yang anda buat.
  •  Kesimpulan.
Berisi pendek kata dari pembahasan makalah anda.
  •  Daftar Pustaka.
Berisi sumber-sumber tulisn yang anda pakai dalam membuat makalah.

Tahap-Tahap Pembuatan Makalah
Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam pembuatan sebuah makalah:
  • Memilih Topik

    Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya.

    Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

    Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter. 
  • Menentukan Tujuan

    Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.
  • Menuliskan Minat Anda

    Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.
  • Evaluasi Potensi Topik

    Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.

    Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.
  • Membuat Outline

    Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir.

    Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas

    Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya

    Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:

    Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik

    Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca

    Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut

    Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama
    Menuliskan Tesis

    Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:

    Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia

    Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.
  • Menuliskan Tubuh Essai

    Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.

    Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:

    Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”

    Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.

    Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi

    Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.
Source : http://health-adolescent.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-makalah.html
Read more >>
 
Bloggerized by Vikas bhardwaj's blog